Materi Ajar PJOK

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Kelas 7 SMPLB Tunagrahita β€’ SLB PGRI 1 Jambi

Elemen 2 β€’ Belajar melalui Gerak β€’ 9 Pertemuan β€’ 18 JP

Belajar Aturan, Kerja Sama, dan Fair Play melalui Aktivitas Gerak 🎯

Materi ini membantu siswa memahami strategi gerak dan berpartisipasi dalam aktivitas jasmani secara inklusif. Siswa belajar mengikuti aturan permainan sederhana, memodifikasi alat permainan, bekerja sama dalam tim, mengambil keputusan sederhana, dan menunjukkan sikap fair play.

πŸ“ Aturan permainan 🧺 Modifikasi alat 🀝 Kerja sama tim 😊 Fair play
πŸ…

Bermain Itu Belajar Bersama

Dalam PJOK, permainan bukan hanya soal menang. Anak juga belajar tertib, saling menunggu, menghormati teman, dan memilih tindakan yang baik saat bermain. ✨

🎯

Tujuan Pembelajaran

Siswa memahami aturan permainan, bekerja sama dalam tim, mengambil keputusan sederhana, dan menunjukkan sikap fair play dalam aktivitas gerak.

πŸ“Œ

Gambaran Materi Belajar melalui Gerak

Pengantar singkat sebelum masuk ke pertemuan 1.

Apa yang dipelajari?

Pada elemen ini, siswa belajar melalui permainan dan aktivitas jasmani sederhana. Siswa tidak hanya bergerak, tetapi juga belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, menggunakan alat secara tepat, bekerja sama dengan teman, dan bersikap sportif. Pembelajaran dibuat sederhana, konkret, menyenangkan, dan sesuai kemampuan siswa.

Contoh mudah: saat bermain lempar bola ke keranjang πŸ€, siswa belajar menunggu giliran ⏳, mengikuti aturan lempar satu per satu πŸ“, menyemangati teman πŸ‘, dan menerima hasil permainan dengan baik 😊.
πŸ“

Mengikuti Aturan

Siswa belajar bahwa permainan memiliki aturan sederhana agar berjalan tertib dan aman.

🧺

Modifikasi Alat

Alat permainan dapat disesuaikan agar lebih aman, ringan, dan mudah digunakan siswa.

🀝

Kerja Sama Tim

Siswa belajar bermain bersama, saling membantu, dan tidak bermain sendiri-sendiri.

🌟

Fair Play

Siswa belajar jujur, tidak curang, menghargai hasil, dan tetap ramah saat bermain.

πŸ’‘
Pesan penting: belajar melalui gerak berarti tubuh dan sikap belajar bersama. Saat bermain, siswa bukan hanya bergerak, tetapi juga belajar aturan, keputusan, dan sikap baik terhadap teman.
πŸ“š

Materi Inti per Pertemuan

Klik setiap pertemuan untuk membuka penjelasan lengkap, contoh kegiatan, dan pembiasaan yang sesuai.

1Pertemuan 1 β€” Mengenal Aturan Permainan Sederhana
⬇️

Setiap permainan memiliki aturan. Aturan membantu permainan menjadi tertib, aman, dan menyenangkan. Pada pertemuan ini, siswa dikenalkan pada aturan yang sangat sederhana dalam kegiatan bermain.

Penjelasan Inti

Aturan tidak perlu terlalu banyak. Cukup sedikit, jelas, dan mudah dipahami. Misalnya: berdiri di belakang garis, melempar saat giliran, dan kembali ke tempat semula setelah bermain.

Contoh aturan sederhana:
  • Menunggu giliran ⏳
  • Tidak mendorong teman 🚫
  • Mengikuti aba-aba guru πŸ‘‚
  • Setelah bermain, kembali ke barisan ↩️
Mengapa aturan penting?
  • Agar permainan tertib.
  • Agar semua anak aman.
  • Agar semua mendapat giliran.
  • Agar tidak terjadi rebutan.
Contoh kegiatan: siswa bermain memasukkan bola ke keranjang. Aturannya: berdiri di garis, lempar satu kali, lalu kembali ke belakang barisan. Permainan menjadi rapi dan mudah diikuti. πŸ€
Aturan sederhana Menunggu giliran Tertib bermain
2Pertemuan 2 β€” Mengikuti Aba-aba dan Instruksi dalam Permainan
⬇️

Dalam aktivitas jasmani, siswa perlu memperhatikan instruksi guru. Aba-aba membantu siswa tahu kapan harus mulai, berhenti, berjalan, melempar, atau kembali ke tempat.

Contoh instruksi sederhana

  • β€œSiap” berarti bersiap di tempat.
  • β€œMulai” berarti lakukan gerakan.
  • β€œBerhenti” berarti hentikan permainan.
  • β€œKembali” berarti kembali ke barisan.
Contoh: saat guru berkata β€œmulai”, siswa berjalan membawa bola ke depan. Saat guru berkata β€œberhenti”, siswa berhenti dan memegang bola dengan tenang. Ini melatih fokus dan kontrol diri. 🎯
Yang dilatih:
  • Mendengar dengan baik πŸ‘‚
  • Merespons instruksi dengan tepat βœ…
  • Berhenti saat diminta βœ‹
Pembiasaan:
  • Mata melihat guru.
  • Tubuh siap bergerak.
  • Tidak bermain sendiri saat guru menjelaskan.
3Pertemuan 3 β€” Mengenal Modifikasi Alat Permainan
⬇️

Tidak semua alat permainan harus sama seperti olahraga orang dewasa. Dalam pembelajaran PJOK, alat bisa dimodifikasi agar lebih ringan, aman, dan mudah digunakan siswa.

Penjelasan Inti

Modifikasi alat berarti menyesuaikan ukuran, berat, bahan, atau bentuk alat agar cocok dengan kemampuan siswa. Dengan alat yang sesuai, siswa lebih nyaman dan percaya diri saat bermain.

Contoh modifikasi alat:
  • Bola besar dan ringan ⚽
  • Keranjang rendah 🧺
  • Garis dari tali atau pita warna πŸŽ€
  • Botol plastik sebagai target 🍼
Manfaat modifikasi:
  • Lebih aman untuk siswa.
  • Lebih mudah digunakan.
  • Membantu siswa berani mencoba.
  • Mengurangi rasa takut gagal.
Contoh: guru menggunakan bola kain yang lembut untuk lempar tangkap. Siswa merasa lebih aman karena bola tidak keras. 😊
4Pertemuan 4 β€” Bermain dengan Alat yang Sudah Dimodifikasi
⬇️

Setelah mengenal modifikasi alat, siswa mencoba bermain menggunakan alat yang disesuaikan. Tujuannya agar siswa mengalami langsung bahwa alat yang tepat membuat permainan lebih nyaman.

Contoh kegiatan

  • Melempar bola kain ke keranjang rendah 🧺
  • Menendang bola besar ke sasaran ringan ⚽
  • Berjalan melewati garis pita warna 🌈
  • Memindahkan benda ringan ke kotak πŸ“¦
Contoh: siswa melempar bean bag ke lingkaran warna di lantai. Alat yang ringan memudahkan siswa fokus pada gerak dan aturan permainan. 🎯
5Pertemuan 5 β€” Bekerja Sama dalam Tim Kecil
⬇️

Pada pertemuan ini, siswa belajar bermain bersama dalam kelompok kecil. Kerja sama berarti tidak bermain sendiri, tetapi saling membantu agar kelompok dapat menyelesaikan tugas permainan.

Penjelasan Inti

Kerja sama bisa dimulai dari hal sederhana, seperti bergantian, saling memberi semangat, dan mau menunggu teman. Siswa tidak harus menjadi yang paling cepat, tetapi belajar menjadi bagian dari kelompok.

Contoh sikap kerja sama:
  • Mau berbagi alat 🎽
  • Menyemangati teman πŸ‘
  • Mau bergantian ⏳
  • Mau membantu saat teman bingung 🀝
Yang harus dihindari:
  • Rebutan alat.
  • Memaksa teman.
  • Marah saat giliran belum datang.
  • Mengejek kemampuan teman.
Contoh: dalam permainan estafet sederhana, satu siswa berjalan membawa benda, lalu menyerahkannya kepada teman berikutnya. Ini mengajarkan kerja sama dan tanggung jawab. 🏁
6Pertemuan 6 β€” Mengambil Keputusan Sederhana saat Bermain
⬇️

Dalam permainan, siswa kadang perlu memilih tindakan yang tepat. Keputusan sederhana berarti memilih langkah yang paling aman, paling sesuai aturan, dan paling mudah dilakukan.

Contoh keputusan sederhana

Situasi 1:
  • Apakah saya melempar sekarang atau menunggu giliran?
  • Jawaban: menunggu giliran lebih dahulu.
Situasi 2:
  • Apakah saya berlari cepat atau berjalan hati-hati membawa alat?
  • Jawaban: pilih gerakan yang aman.
Contoh: saat membawa bola, siswa melihat temannya masih di depan. Siswa memutuskan menunggu sebentar agar tidak bertabrakan. Ini adalah keputusan yang baik. βœ…
Yang dibiasakan: berpikir sebentar sebelum bergerak, memilih yang aman, dan mengikuti aturan.
7Pertemuan 7 β€” Menunjukkan Sikap Fair Play
⬇️

Fair play berarti bermain dengan jujur, tertib, dan menghargai teman. Sikap ini penting agar permainan terasa menyenangkan dan tidak menimbulkan pertengkaran.

Ciri sikap fair play

  • Tidak curang 🚫
  • Mau menerima hasil permainan 😊
  • Tidak marah saat kalah πŸ’›
  • Menghargai teman yang berhasil πŸ‘
  • Tetap ramah saat bermain 🀝
Contoh: saat lemparan temannya masuk ke sasaran, siswa ikut bertepuk tangan. Saat dirinya belum berhasil, siswa tetap mencoba lagi tanpa marah. Itu adalah fair play. 🌟
8Pertemuan 8 β€” Permainan Kelompok Sederhana yang Inklusif
⬇️

Pada pertemuan ini, siswa mengikuti permainan kelompok sederhana yang memberi kesempatan kepada semua anak untuk ikut berpartisipasi. Permainan dibuat inklusif, artinya dapat diikuti oleh semua siswa sesuai kemampuan masing-masing.

Contoh permainan inklusif

  1. Mengoper bola besar secara bergiliran 🏐
  2. Memindahkan benda ringan bersama tim πŸ“¦
  3. Lempar sasaran dengan jarak yang disesuaikan 🎯
  4. Estafet berjalan, bukan berlari 🏁
Tujuan permainan: semua siswa merasa dilibatkan, tidak ada yang tertinggal, dan setiap anak mendapat kesempatan untuk berhasil. 😊
Pesan penting: permainan yang baik adalah permainan yang membuat semua anak mau ikut, merasa aman, dan senang belajar bersama.
9Pertemuan 9 β€” Penguatan, Refleksi, dan Pembiasaan Sikap Bermain yang Baik
⬇️

Pertemuan terakhir digunakan untuk mengulang dan menguatkan materi. Siswa diajak mengingat bahwa bermain bukan hanya bergerak, tetapi juga belajar aturan, kerja sama, keputusan, dan sikap sportif.

Yang diingat kembali

  • Saya mengikuti aturan permainan.
  • Saya menunggu giliran dengan tertib.
  • Saya dapat bermain bersama teman.
  • Saya memilih tindakan yang aman.
  • Saya bermain dengan jujur dan ramah.
Refleksi sederhana:
😊 Hari ini saya menunggu giliran.
😊 Hari ini saya menyemangati teman.
😊 Hari ini saya tidak curang.
😊 Hari ini saya bermain dengan gembira.
Pesan penutup: Anak yang hebat dalam permainan bukan hanya yang menang, tetapi yang tertib, jujur, mau bekerja sama, dan menghargai teman saat bermain. 🌟
🏠 Kembali ke Beranda