Topik: Al-Qur'an & Hadis (Indahnya Berbagi Kebaikan dan Adab Bergaul)
BAB 1: Mari Membaca Huruf Hijaiyah
A. Mengenal Huruf Hijaiyah Bersambung
Huruf hijaiyah adalah huruf penyusun Al-Qur'an. Saat disambung, bentuk hurufnya bisa berubah sedikit.
Terpisah: ب - ا - ب (Ba - A - Ba) Bersambung: بَابَ (Baaba)
Tips Membaca (Harakat):
Fathah ( َ ) berbunyi "A"
Kasrah ( ِ ) berbunyi "I"
Dhommah ( ُ ) berbunyi "U"
Ayo Berlatih: (Ucapkan bersama Guru)
كَتَبَ (Ka-ta-ba)
حَسَنَ (Ha-sa-na)
BAB 2: Berlomba dalam Kebaikan
A. Makna Ayat (QS. Al-Maidah: 48)
Allah memerintahkan kita untuk Fastabiqul Khairat, artinya: Berlomba-lomba dalam kebaikan.
Kebaikan adalah segala perbuatan yang membuat Allah senang dan menolong orang lain.
B. Contoh Perilaku Baik
Menolong Teman: Membantu membawakan buku.
Menjaga Kebersihan: Membuang sampah pada tempatnya.
Berbagi: Berbagi makanan dengan teman.
Tepat Waktu: Datang ke sekolah sebelum bel.
BAB 3: Etika Bergaul dalam Islam
A. Mengenal Hadis Adab Bergaul
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk sopan. Teman yang baik tidak menyakiti dengan lidah (kata-kata) dan tangannya.
B. Cara Bergaul yang Baik
No
Situasi
Cara yang Baik (Adab)
1
Bertemu Teman
Mengucapkan Salam "Assalamu'alaikum"
2
Berbicara
Suara lembut, tidak berteriak
3
Meminjam Barang
Meminta izin dahulu
4
Diberi Sesuatu
Mengucapkan "Terima Kasih"
5
Melakukan Kesalahan
Berani meminta "Maaf"
🌟 RANGKUMAN
Baca Al-Qur'an harus teliti melihat tanda baca (harakat).
Jangan tunda berbuat baik.
Anak sholeh adalah anak yang sopan dan menghargai teman.
📝 LEMBAR AKTIVITAS SISWA
Mewarnai: Warnailah kaligrafi "Fastabiqul Khairat" di kertasmu.
Praktik: Salami teman di sebelahmu dan ucapkan salam.
Ceklis Kebaikan Hari Ini:
TOPIK: AKIDAH
Kelas: 10 SMALB Tunagrahita | Semester: 1
Tema: Indahnya Bersyukur dengan Peduli Diri dan Lingkungan
BAB 4: Mengenal Makna Syukur
A. Apa itu Syukur?
Syukur artinya mengucapkan terima kasih kepada Allah Swt. atas segala kebaikan yang kita terima. Allah telah memberi kita tubuh yang sehat, makanan yang enak, dan keluarga yang sayang pada kita.
Cara sederhana bersyukur adalah dengan mengucapkan:
"Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah)
BAB 5: Peduli Diri Sendiri (Wujud Syukur 1)
Allah memberi kita tubuh, maka kita harus menjaganya. Itulah cara kita bersyukur.
A. Contoh Peduli Diri Sendiri:
Menjaga Kebersihan: Mandi dua kali sehari, menggosok gigi, dan memotong kuku.
Makan Makanan Sehat: Makan sayur dan buah agar tubuh kuat.
Istirahat Cukup: Tidur tepat waktu dan tidak bergadang.
Berpakaian Rapi: Memakai baju yang bersih dan sopan.
BAB 6: Peduli Lingkungan (Wujud Syukur 2)
Dunia tempat kita tinggal adalah pemberian Allah. Kita harus peduli pada lingkungan di sekitar kita.
A. Contoh Peduli Lingkungan:
Lingkungan
Cara Peduli
Sampah
Selalu membuang sampah pada tempatnya, bukan di lantai atau selokan.
Tanaman
Menyiram bunga di halaman sekolah atau rumah agar tidak layu.
Air & Listrik
Mematikan kran air setelah digunakan dan mematikan lampu saat siang hari.
Barang/Mainan
Merapikan kembali barang-barang setelah digunakan.
BAB 7: Hubungan Syukur dan Kepedulian
Mengapa orang yang bersyukur harus peduli?
Karena jika kita sayang pemberian Allah, kita akan menjaganya.
Jika kita menjaga tubuh (peduli diri) dan menjaga bumi (peduli lingkungan), Allah akan menambah nikmat dan kebahagiaan untuk kita.
🌟 RANGKUMAN
Syukur adalah berterima kasih kepada Allah dengan ucapan dan perbuatan.
Peduli diri sendiri artinya menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh.
Peduli lingkungan artinya menjaga kebersihan dan kelestarian alam sekitar.
📝 LEMBAR AKTIVITAS SISWA (PRAKTIK)
Praktik Mandiri: Ayo belajar merapikan tempat tidur sendiri setiap pagi.
Operasi Semut: Mari bersama guru memungut sampah di halaman kelas selama 5 menit.
Berdoa: Hafalkan dan ucapkan doa syukur: "Alhamdulillahirobbil 'alamin"
TOPIK: AKHLAK
Kelas: 10 SMALB Tunagrahita | Semester: 1
Tema: Menjaga Hati agar Tetap Bersih dan Baik
BAB 8: Mengenal Penyakit Hati
Hati kita harus dijaga agar selalu bersih. Ada perasaan-perasaan buruk yang bisa membuat hati kita "sakit". Perasaan ini disebut Penyakit Hati.
A. Contoh Penyakit Hati:
Iri & Dengki: Merasa tidak suka melihat teman senang. Contoh: Kesal karena teman punya tas baru.
Sombong: Merasa diri paling hebat atau paling pintar dan meremehkan orang lain.
Pamer (Riya): Melakukan kebaikan hanya supaya dipuji orang lain.
BAB 9: Mengapa Penyakit Hati Itu Buruk?
Penyakit hati memiliki dampak yang tidak baik bagi kita:
Tidak Tenang: Hati merasa gelisah dan mudah marah.
Dijauhi Teman: Orang tidak suka berteman dengan orang yang sombong atau iri.
Menghapus Pahala: Kebaikan kita bisa hilang karena kita pamer atau sombong.
BAB 10: Cara Menjaga Hati
Agar hati kita selalu sehat dan bersih, kita harus melakukan hal-hal berikut:
Banyak Berzikir: Sering mengucap "Subhanallah" atau "Astaghfirullah".
Bersyukur: Selalu merasa cukup dengan apa yang kita punya.
Mendoakan Teman: Jika melihat teman senang, ikutlah merasa senang dan doakan kebaikan untuknya.
Rendah Hati: Selalu ingat bahwa semua yang kita punya adalah titipan Allah.
BAB 11: Membiasakan Sikap Rendah Hati
Rendah hati adalah lawan dari sombong. Anak yang rendah hati akan:
Mau berteman dengan siapa saja.
Tidak suka memamerkan barang miliknya.
Mau mengakui kesalahan dan mau belajar dari orang lain.
🌟 RANGKUMAN
Penyakit hati seperti iri dan sombong harus dijauhi.
Penyakit hati membuat kita tidak bahagia dan dijauhi teman.
Kita harus selalu rendah hati dan bersyukur agar hati tetap bersih.
📖 LEMBAR AKTIVITAS SISWA (CERITA PENDEK)
Ayo Membaca Bersama Guru:
"Budi punya pensil warna baru. Andi merasa kesal karena tidak punya pensil warna. Andi ingin menyembunyikan pensil warna Budi."
Pertanyaan untuk didiskusikan:
Apakah perasaan Andi itu baik? (Jawab: Tidak, itu namanya iri).
Apa yang sebaiknya Andi lakukan? (Jawab: Ikut senang dan meminjam dengan baik-baik).
TOPIK: FIKIH
Kelas: 10 SMALB Tunagrahita | Semester: 2
Tema: Indahnya Menjalankan Ibadah dan Menghormati Jenazah
BAB 12: Mengenal Ibadah Wajib dan Sunah
Setiap hari kita beribadah kepada Allah. Ada ibadah yang harus dan ada yang boleh ditambah.
A. Ibadah Wajib
Ibadah yang HARUS dilakukan. Jika dikerjakan Allah beri pahala, jika sengaja ditinggalkan kita berdosa.