PANDUAN STRATEGIS AKREDITASI

Rujukan Internal GTK SLB PGRI 1 Jambi

📖 1. Komponen Pembelajaran

Pembelajaran di SLB dinilai dari tingkat **individualisasi**. Asesor tidak hanya melihat materi, tapi bagaimana guru "menyentuh" setiap anak.

Guru menunjukkan interaksi empatik (ramah, sabar, dan mendukung).
Penerapan Program Pembelajaran Individual (PPI) yang nyata.
Pemanfaatan media konkret dan visual sesuai hambatan siswa.
Apresiasi terhadap usaha sekecil apapun yang dilakukan murid.
Dokumen Wajib: PPI, Modul Ajar/RPP Adaptif, Catatan Asesmen Harian, Portofolio.

🏫 2. Manajemen & Kepemimpinan

Asesor akan menelaah bagaimana sekolah dikelola berbasis data dan visi yang jelas.

Pengambilan keputusan merujuk pada Rapor Pendidikan.
Visi-Misi tidak hanya dipajang, tapi dipahami oleh seluruh guru.
Pemanfaatan sarana khusus (Ruang Terapi, Keterampilan) yang optimal.
Praktik Baik: Pastikan seluruh inventaris alat bantu disabilitas tercatat dan terawat.

🌿 3. Iklim Lingkungan Belajar

Sekolah harus menjadi tempat yang paling aman bagi anak berkebutuhan khusus.

Lingkungan fisik yang ramah disabilitas (aksesibel).
Adanya aturan kelas yang divisualisasikan (gambar/simbol).
Prosedur pencegahan perundungan (bullying) dan perilaku agresif.

🏆 4. Hasil Belajar & Kemandirian

Di SLB, nilai akademik bukan satu-satunya. **Kemandirian (ADL)** dan **Vokasional** adalah kunci.

Bukti keterampilan siswa (Tata Boga, Kerajinan, Desain, dll).
Dokumentasi perkembangan kemandirian sosial siswa.
Sertifikat atau piala hasil lomba (jika ada).

🔍 5. Bagaimana Asesor Menilai?

👁️ Observasi

Melihat langsung saat guru mengajar di kelas.

💬 Wawancara

Tanya jawab dengan Guru, Siswa, dan Orang Tua.

📄 Telaah

Memeriksa keaslian dan konsistensi dokumen.

⚠️ 6. Hindari Kelemahan Ini

  • PPI ada di map tapi tidak pernah dibuka saat mengajar.
  • Modul ajar/RPP hasil copy-paste tanpa adaptasi khusus.
  • Tidak ada bukti komunikasi rutin dengan orang tua.
  • Siswa pasif karena metode mengajar hanya ceramah satu arah.

🚀 7. Strategi Nilai Tinggi

Ingat rumus utama: **Praktik Nyata > Kelengkapan Dokumen**.

  1. Tunjukkan bahwa kita mengenal karakter setiap anak secara mendalam.
  2. Dokumentasikan setiap langkah kecil kemajuan siswa (foto/video).
  3. Jaga kebersihan dan aksesibilitas seluruh sudut sekolah.
  4. Gunakan media belajar yang kreatif, jangan hanya terpaku pada buku teks.